Mungkin ini adalah moment saya yang tak terlupakan, berpetualang ke Bromo
yang mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut, bersepeda motor bareng-bareng dengan para sahabat. Yap!!! Kami ber-10 (Saya and my beloved , Chacha, Dafik & Lutva, Indra Faisal, Khaeru Ahzami, Lukem Habibi dan Ita, Pay & Arif Kempotz) berangkat pagi, sekitar jam 7an dari base-camp di Sumbersari Gg IV/225G.
Kami sengaja mengambil rute lewat Pasuruan (Purwodadi), meski agak jauh..maklum..ini adalah pengalaman pertama kami ke Bromo.

Dari Purwodadi kami teruskan melewati Nangkojajar, dari sini kami mulai melewati jalan menanjak, terus sampai di desa Tosari. Di desa Tosari ini kami sepakat untuk beristirahat makan siang di sebuah warung nasi di Pasar Tosari tepatnya.


Setelah kurang lebih 1 jam-an kami menikmati makan (yang..ternyata harga per-porsinya cukup mahal sih..) kami meneruskan perjalanan konvoi ke-arah Wonokitri, terus sampai Penanjakan. Di Wonokitri, rombongan kami terpisah, berawal dari mogoknya salah satu sepeda motor teman kami (Kempotz & Pay), sehingga terpaksa masuk reparasi bengkel..


Akhirnya kami putuskan untuk terus ke Penanjakan (mount penanjakan : 2750 mtr diatas permukaan laut), di Penanjakan terlihat pemandangan Pegunungan Tengger yang…Subhanllah..indah banget sob! Kami melihat dataran Tengger cukup jelas di Point View-Penanjakan. Setelah puas berfoto-foto ria..kami turun berbalik arah menuju Sea Of Sands. Jalan Penanjakan – Brormo terbilang cukup menantang, hingga kamipun bersepeda motor layaknya Rossi lagi balap MotoGP..hingga sampailah di Laut Pasir.

Lautan Pasir sekitar Gunung Bromo dan G. Batok luasnya 5.250 hektar, yang berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut. Mungkin, kami terbilang agak nekat..yaa..hanya karena kami naik sepeda motor STD (alias standar).. jadi, saya sarankan Anda menggunakan sepeda motor Trail, Jep 4WD..atau naik kuda..

Sore itu, udara Bromo sudah terasa dingin, dan acara selanjutnya pendirian tenda..
Yaa..begitulah..kami bermalam di bawah langit nggak tanggung-tanggung..tenda kami tepat di kaki G.Bromo, samping G.Batok. kami akui, kami nge-camp di area tsb. tanpa seizin pihak pos penjagaan..he…he…he…


Pagi harinya..kami sempatkan menikmati Sun Rise di puncak Bromo..tapi sayang saat itu cuaca kurang mendukung, dikarenakan mendung.(maklumlah..bulan November emang bukan waktu yang tepat melihat matahari terbit di Bromo).. Musim kunjungan terbaik adalah sekitar bulan Juni s/d Oktober dan bulan Desember s/d Januari.

Jam 8an, kami putuskan untuk go back to Malang. Kami mengambil rute arah Jemplang- Gubuk Klakah-Tumpang. Di jalan inilah, kami merasakan jatuh cinta dengan Alam. Hamparan Lautan Pasir yang luas, kemudian melewati hijaunya Sabana yang terbentang diantara dataran lapang, bukit hijau, dan tebing Penanjakan yang tertutupi atasnya oleh putihnya kabut pagi.

Akhirnya sampai juga di sebuah jalanan yang gimana..dibilang aspal, bukan! Jalan setapak juga bukan! Jalan ini naik kurang lebih 45 derajat. So.. tancap terus pake’ gigi satu..disitu, saya khawatir dengan bensin sepeda motor saya..dengan bismillah, akhirnya ketemu juga penjual bensin eceran di Gubuk Klakah. Tapi sebelum sampai di desa tsb.kami sempatkan mampir di Objek wisata Air Terjun Coban Pelangi, yang katanya, bisa terlihat pelangi bilamana kita berada di bawah air terjun.
Jam 1 kami sampai di Tumpang. Istirahat makan di warung, kemudian terus sampai Malang.  

Ada beberapa rute menuju Bromo :
* Pasuruan – Warung dowo – Paserpan – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo jarak 71 km
* Malang – Tumpang-Gubuk klakah-Jemplang-Gunung Bromo 53 KM
* Malang –Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri-Penanjakan 83 km
sampai ketemu di edisi berikutnya.......
Mahameru…

  © Template Blogger di-desain oleh Taufik Perdana 2008